Postingan kedua dalam blog saya ini menceritakan sedikit pengalaman saya saat didelegasikan Wanala Universitas Airlangga untuk berada di posko pengungsian Merapi bersama tim Crisis Center Universitas Airlangga....Monggo disimak....
Deskripsi Lokasi Pengungsian yang saya datangi...
Posko pengungsian wukirsari berada di Balai Desa Wukirsari, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman.Posko wukirsari ini berada di bawah koordinasi BPBD Jawa Timur yang terdiri dari tim medis dari jatim serta tagana.Lokasinya kurang lebih 15km dari puncak Merapi, ada 6 tenda barak pengunsi, 1 aula balai desa, dan 5 ruangan kerja yang digunakan oleh pengunsi sebagai tempat istirahat.Di samping itu ada 1 tenda medis, tenda logistik, serta dapur umum yang berada di sisi utara, untuk MCK berada di sisi timur dan barat posko, akses pintu masuk dan keluar sekaligus pintu evakuasi hanya ada satu di sebelah selatan posko dengan lebar kurang lebih 7meter.
Sabtu, 30 Oktober 2010
Saya berangkat bersama tim crisis center Universitas Airlangga yang dikoordinator i oleh dr.Farid dari FKM Unair bersama 22 rekan - rekan lainnya yang berasal dari Pramuka, KSR, Menwa, Fakultas Keperawatan, BEM Unair, DVI Antropologi, dan juga Dokter Buyung serta Dokter Mirza spesialis Anastesi dari RSUD Dr.Soetomo.Kami tiba di Balai Desa Wukirsari sekitar pukul 20.00WIB.Kondisi posko pengungsian sangat padat karena posko wukirsari sebagai tempat pengungsian bagi warga desa umbulharjo yang baru saja melakukan evakuasi pada siang hari itu.Melihat kondisi posko yang sangat padat dan tidak memungkinkan kami untk tinggal di posko tersebut maka kami memutuskan untuk mencari base camp di rumah penduduk, dan akhirnya kami singgah di rumah Pak Kelik yang jaraknya kurang lebih 300m dari posko.Setelah mendapat base camp kami melakukan evaluasi serta briefing untuk rencana hari esok.
| Kunjungan Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri |
Minggu, 31 Oktober 2010
Rencana kami pada hari ini yakni melakukan survey serta observasi mengenai posko pengungsian di daerah wukirsari tersebut, karena selain menjadi volunteer kami juga mempunyai misi untuk studi bencana dengan tujuan untuk perbaikan crisis center Unair dalam menangani bencana.Semua mahasiswa melakukan observasi sesuai dengan bidangnya.Saya sendiri kebetulan mengamati masalah pelayanan pengungsi dari segi non medis, berikut ini beberapa hasilnya:
· Akomodasi dan Transportasi
Untuk tempat istirahat bagi pengungsi sudah cukup layak dikarenakan pengungsi mendapatkan tempat istirahat yang bisa menghindarkan mereka dari terik sinar matahari dan guyuran hujan.Namun masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki dan disempurnakan diantaranya :
o Jalur evakuasi sekiranya perlu dipublikasikan untuk memperlancar proses evakuasi
o Peta zona bahaya yang masih belum disosialisasikan kepada pengungsi
o Penataan kendaraan yang kurang rapi (menghambat proses evakuasi)
o Akses keluar masuk yang terlalu kecil
o Air bersih dan MCK yang masih kurang memadai
· Logistik
o Penataan logistik bantuan masih belum tertata rapi
o Kebutuhan untuk balita dan lansia belum terpenuhi
o Transparansi keluar masuk logistik tidak terpublikasi
Komunikasi dan Informasi
o Belum tersedianya posko informasi sebagai pusat informasi bagi pengungsi maupun orang lain
o Komunikasi dan koordinasi antar posko masih belum ada, idealnya antar posko ada koordinasi dan komunikasi untuk saling memenuhi atau bertukar kebutuhan antar posko satu dengan posko lain terutama di posko barak SD yang lokasinya sekitar 400m dari posko wukirsari.
Senin, 1 November 2010
Terjadi erupsi disertai dengan letusan cukup besar dengan arah angin menuju timur.Sehingga tim Unair segera evakuasi menuju tempat aman.Pak Farid serta dokter lainnya cukup khawatir dengan kondisi ini karena membawa 23 mahasiswa yang masih belum berpengalaman di wilayah bencana, oleh karena itu mereka lebih memilih untuk turun ke Jogja dan mengurangi jumlah volunteer untuk mempermudah pergerakan saat evakuasi.Kita singgah di kota jogjakarta untuk sementara waktu hingga kondisi di wukirsari manjadi aman kembali.Karena yang kita utamakan adalah 'self protection', jika kita selamat maka kita bisa menyelamatkan banyak orang, jika kita mati maka akan banyak orang pula yang tidak terselamatkan.
| Erupsi Merapi yang terjadi pada hari Senin, 1 Nov 2010 |
| Sebagian warga menuju tempat aman saat terjadi erupsi |
| Salah satu volunteer memberikan masker kepada pengendara setelah Merapi mengalami erupsi |
Selasa, 2 November 2010
Setelah melakukan kajian dan briefing bersama, maka tim unair memutuskan untuk kembali menuju posko wukirsari namun sebagian relawan dari tim harus kembali ke Surabaya, dengan tujuan untuk memperlancar kinerja tim khususnya pada saat evakuasi.
Sekitar pukul 13.00 kami sudah sampai di posko wukirsari dan kondisi hujan lebat, sambil menunggu hujan reda kita mempersiapkan bahan untuk studi lapangan.Kira – kira pukul 14.30 kita bergegas menuju posko untuk melakukan studi lagi.Banyak perubahan yang saya lihat, semua yang saya amati di hari Minggu berubah 180 derajat dengan apa yang saya lihat hari ini, tentunya mengarah pada perubahan yang lebih baik.Diantaranya :
o Peta zona bahaya sudah dipublikasikan, denga tujuan agar warga mengetahui zona berbahaya yang harus dihindari
Sekitar pukul 13.00 kami sudah sampai di posko wukirsari dan kondisi hujan lebat, sambil menunggu hujan reda kita mempersiapkan bahan untuk studi lapangan.Kira – kira pukul 14.30 kita bergegas menuju posko untuk melakukan studi lagi.Banyak perubahan yang saya lihat, semua yang saya amati di hari Minggu berubah 180 derajat dengan apa yang saya lihat hari ini, tentunya mengarah pada perubahan yang lebih baik.Diantaranya :
o Peta zona bahaya sudah dipublikasikan, denga tujuan agar warga mengetahui zona berbahaya yang harus dihindari
o Penataan kendarran sudah mulai teratur (mengarah pada jalur evakuasi)
o Jumlah MCK bertambah, mengimabangi jumlah pengungsi
o Logistik yang masuk sudah mulai diklasifikasikan
o Kebutuhan logistik yang kurang selalu update
o Di dapur umum tertera menu harian, artinya hal yang kecil sudah sangat diperhatikan
Sesuai apa yang saya amati pada hari ini saya rasa adalah sebuah perubahan yang cukup baik dalam bidang pelayanan pengungsi non medis.Ketidak teraturan pada hari Minggu, 31 Oktober 2010 mungkin dikarenakan koordinasi yang masih kacau sebab baru saja posko BPBD Jatim bergeser dari Umbulharjo menuju Posko Wukirsari.Menurut pandangan saya hal itu cukup wajar terjadi karena banyaknya jumlah masa dan kondisi yang panik dan akhirnya menimbulkan kesalahpahaman koordinasi antar pihak.
| Artis Ibukota Dik Doank sedang menghibur pengungsi |
| Para volunteer sedang membantu memindahkan barang bantuan yang baru datang |
| Mbak Ita (dua dari kiri) dari Tagana Jatim terlihat sedang melayani pengungsi |
Rabu, 3 November 2010
Pada hari Rabu pagi hingga siang hari kondisi posko sangat lengang, karena sebagian pengungsi kembali pulang ke rumah masing – masing mulai hari Selasa Sore.Aktivitas yang dilakukan di dapur umum dan tenda medis juga tidak begitu banyak seperti hari sebelumnya. Namun kondisi alam tetap tidak bisa diprediksi, Merapi terus – menerus mengeluarkan lahar dan disertai dengan hujan deras, alhasil pengungsi kembali lagi menuju posko pada sore hari.Dan bahkan terdapat beberapa pengungsi baru dari desa lain salah satunya dari desa Kepuhharjo.Namun menurut warga setempat hal seperti itu sangatlah wajar dan tidak berbahaya.Karena mereka belajar dari erupsi tahun 2006, setelah ada letusan besar maka Merapi akan mengeluarkan lahar sedikit demi sedikit dan akan habis kemudian berhenti.
| Kesibukan volunteer di dapur Umum Posko |
| Peralatan masak yang 'super besar' siap untuk melayani ribuan pengungsi |
Kamis, 4 November 2010
Hari ini kita melakukan aktivitas seperti biasanya, yang ahli medis masuk dalam tanda medis serta tim yang lain berada di pos logistik bersama relawan lainnya.Sebuah kejadian yang cukup besar hampir menimpa kita pada hari ini, sebenarnya kita berencana untuk pulang pada hari Jum'at 5 Nov 2010 karena masa tugas sudah berakhir dan akan digantikan oleh tim berikutnya.Namun karena beberapa kawan ingin membeli buah tangan di Malioboro, maka kita semua sepakat untuk turun menuju Jogja dan bermalam di Jogja pada sore hari.
Setelah jalan - jalan di Malioboro, kita kembali ke rumah singgah milik Dokter Vero yang ada di Jl.Timoho.Disaat tengah malam mendengar berita, tiba - tiba saya serta dokter Buyung dan dokter Mirza terkejut bahwa posko Wukirsari telah dievakuasi dan radius aman diperluas menjadi 20Km.Kemudian kita cek kebenarannya dengan menghubungi kawan - kawan yang masih disan, dan ternyata memang benar.Lahar Merapi telah menjangkau radius 15Km, Kecamatan Cangkringan dan posko yang saya tempati sudah menjadi kawasan merah.Dan ada juga beberapa korban disana.Huff, hampir saja, seandainya tidak ada yang ingin membeli oleh-oleh kita pasti masih ada disana dan mungkin sedang tertidur pulas karena kejadian tersebut berlangsung saat tengah malam.
Setelah jalan - jalan di Malioboro, kita kembali ke rumah singgah milik Dokter Vero yang ada di Jl.Timoho.Disaat tengah malam mendengar berita, tiba - tiba saya serta dokter Buyung dan dokter Mirza terkejut bahwa posko Wukirsari telah dievakuasi dan radius aman diperluas menjadi 20Km.Kemudian kita cek kebenarannya dengan menghubungi kawan - kawan yang masih disan, dan ternyata memang benar.Lahar Merapi telah menjangkau radius 15Km, Kecamatan Cangkringan dan posko yang saya tempati sudah menjadi kawasan merah.Dan ada juga beberapa korban disana.Huff, hampir saja, seandainya tidak ada yang ingin membeli oleh-oleh kita pasti masih ada disana dan mungkin sedang tertidur pulas karena kejadian tersebut berlangsung saat tengah malam.
Jum'at, 5 November 2010
Sebelum pulang menuju Surabaya, dokter Mirza serta dokter Buyung menuju RSUD Dr.Sardjito Jogja untuk konfirmasi apakah mereka membutuhkan bantuan tenaga medis, karena posko pengungsian rata - rata berada di wilayah kota Jogja yang bejarak lebih dari 20km.Dan hasilnya diluar dugaan, tidak seperti yang ditayangkan dalam berita, tim medis sudah sangat mencukupi bahkan tim cadangan masih belum dikerahkan.Akhirnya kita semua bisa dengan tenang meninggalkan kota Jogja dengan perasaan ingin kembali lagi jika semua urusan di Surabaya sudah terselesaikan.Sampai di Surabaya sekitar jam 7 malam, setelah cerita sedikit dengan kawan - kawan di sekret wanala, tanpa basa - basi saya segera merebahkan diri di sekretariat, karena kondisi yang cukup lelah setelah pegang setir dari Jogja sampe Surabaya,,,,
Saran
- Pendidikan tidak bisa kita lepaskan dari unsur kehidupan bagi warga Indonesia dan bagi bangsa Indonesia sendiri terutama bagi generasi muda penerus Bangsa Indonesia.Dalam bencana Gunung Merapi ini para pengungsi sangat membutuhkan sekolah terutama bagi anak-anak yang tidak bisa bersekolah dalam jangka waktu yang lama, ada yang karena sekolahnya libur dan rusak, bahkan ada pula yang takut bersekolah karena merasa masih tidak aman.Pada hari Kamis, 4 November 2010 saya melihat ada kunjungan bis perpustakaan keliling dari Diknas Sleman.Tidak saya sangka ternyata perpustakaan keliling tersebut tidak hanya digunakan oleh anak-anak, orang dewasa pun juga menggunakan perpustakaan tersebut untuk membaca-baca buku.Harapan saya Crisis Center Unair nanti bisa mempunyai tenda taman baca di posko pengungsi, untuk mencerdaskan generasi bangsa.
| Seorang pengungsi sedang membaca buku di Bus Perpustakaan Keliling milik Diknas Sleman |
- Rescue Arsip, begitu yang saya lihat dalam sebuah mobil Jeep milik Badan Arsip Nasional, dengan motto “Arsip sebagai Pemersatu Bangsa”.Ya badanarsip nasional ternyata juga turut berpartisipasi untuk menyelamatkan arsip dalam kondisi bencana, sebuah hal yang terkadang tidak terlintas di pikiran kita karena kepanikan yang menghinggapi para korban bencana.Ke depan mungkin kita bisa menggandeng teman-teman dari Program Studi Ilmu Informasi dan Perpustakaan Unair untuk evakuasi arsip-arsip yang ada di wilayah bencana.
| Bantuan yang terus datang dari berbagai pihak |
| Aktivitas membungkus nasi yang tidak pernah berhenti untuk memberikan pelayanan kepada saudara-saudara kita |





